M. HUSNI THAMRIN sang "Pendekar" asli Betawi
11 Januari 2024, 83 tahun wafatnya
Pahlawan Nasional Mohammad Husni bin Thamrin bin Thabri. Ia, meminjam istilah
zaman itu, anak Betawi tulen.
Husni muda sudah aktif dalam
perkumpulan Batavia Berichtiar yang kelak menjadi cikal bakal organisasi
Perkumpulan Kaum Betawi yang didiriikan tahun 1923, mendapat rechtsperson,
badan hukum, 1924. Tetapi organ, badan. Perkumpulan Kaum Betawi Tjahaya
Betawi telah terbit sejak tahun 1923, yang kemudian berganti nama menjadi Berita
Kaum Betawi.
Ada
yang menarik dari kisah pahlawan yang satu ini. Sudah seperti menjadi ketentuan
Allah, Pitung gugur dibunuh Belanda tahun 1894, ditahun yang sama pula Muhammad
Husni Thamrin lahir.
Mohammad
Husni adalah anak ketiga dari pasangan Thamrin bin Thabri dengan Nurhamah. Beliau
lahir di Betawi pada tanggal 16 Februari 1894. Thamrin bin Thabri adalah putra
Wedana. Adapun Thabri, kakeknya adalah seorang jaksa.
Thamrin
memasuki sekolah level rendah Instituut Bosch, kemudian melanjutkan ke
HBS (Hogere Burgerschool) yang paling terkenal di Batavia Koning Willem III di
Salemba. Ketika di HBS, sambil bersekolah Husni magang di kantor Patih Batavia,
kemudian kantor residen Batavia. Pada tanggal 11 Mei 1914, Husni mulai bekerja
di Hoofdkantoor, kantor pusat, perusahaan pelayaran terbesar di Hindia Belanda
KPM afdeeling Boekhouding, bagian pembukuan. Husni tak lama bekerja. Ia lalu
bergiat dalam usaha perkebunan karet dan teh. Selain itu sebagian besar
perhatiannya dicurahkan pada dunia pergerakan. Husni, dan M. Thahir pernah
menjadi ketua Boedi Oetomo cabang Weltevreden. Husni menjadi ketua pertama
Perkumpulan Kaum Betawi.
Karir
Husni menanjak terus. Pada tahun 1923 Husni diangkat sebagai Wethouder, pejabat
hukum. Tidak diketahui persis sejak kapan Husni menjadi Loco Burgermeester
Betawi, wakil walikota. Tetapi jabatan ini diketahui dipangkunya hingga bulan
juli 1930. Husni juga diangkat sebagai anggota Volkdsraad pada tanggal 10 Mei
1927. Periode terakhirnya Husni terpilih menjadi wakil ketua Volksraad sejak 15
Juni 1939 hingga akhir hayatnya.
M.
Husni Thamrin juga seorang penggemar olahraga. Di masa sekolah ia menjadi
anggota Daya Oepaya Sportsclub. Ini juga yang menggerakkan hatinya untuk
menghibahkan tanahnya di Petojo menjadi lapangan sepakbola VIJ, Voetbalbond
Indonesische Jacatra, cikal bakal Persija, pada tahun 1932. Olahraga yang paling
digemarinya auto racing.
Di
bidang politik, Husni bergabung dalam Parindra, Partai Indonesia Raya, sejak
partai ini didirikan pada tahun 1935. Di Parindra, Husni mengepalai Departemen
Urusan Politik. Husni banyak membuat tulisan kolom tentang politik di
surat-surat kabar, tetapi ia menggunakan nama samaran “Indonesia Raya”.
Itulah sejarah singkat tentang seorang pahlawan
nasional yang berasal dari tanah Betawi. Ialah Mohammad Husni Thamrin.

Komentar
Posting Komentar