Pentingnya Sumber yang Relevan Dalam Penelitian Sejarah

Menurut J. Bank dalam Ilmu Sejarah dan Historiografi: Arah dan Perspektif (1985), sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu, yang bertujuan untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Sedangkan Sidi Gazalba, dikutip dari buku Ilmu Sejarah: Metode dan Praktik (2020) karya Aditia Muara Padiatra mendefinisikan sejarah sebagai gambaran masa lalu manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Dari sinilah diperlukan historiografi yang harus melalui langkah-langkah penelitian sejarah.

Penelitian sejarah merupakan salah satu metode penelitian untuk memahami apa yang terjadi di masa lalu secara detail dan juga punya bukti yang kuat. Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana masyarakat era sekarang bisa mengetahui urutan peristiwa sejarah ? Semua catatan sejarah kini semakin mudah diakses di berbagai buku modul pelajaran, paket, buku sejarah, artikel di internet, dan lain-lain. Penelitian yang dilakukan dalam meneliti sejarah kemudian tidak hanya berisi kegiatan untuk menceritakan kembali suatu peristiwa di masa lalu. Peneliti harus memiliki sumber-sumber yang kuat yang menjelaskan suatu peristiwa dengan konkrit.

Sehingga laporan penelitian yang disusun isinya bisa dipertanggung jawabkan, yakni ada bukti yang menjelaskan rentetan peristiwa di masa lalu. Baik itu bukti wawancara dengan mereka yang terlibat langsung dalam kejadian, dokumen sejarah, foto, hasil rekaman, dan lain sebagainya.

Peneliti kemudian harus jeli menarik kesimpulan dari seluruh isi sumber sejarah yang berhasil ditemukan. Analisis dilakukan agar proses menceritakan kembali peristiwa bersejarah memang sesuai dengan kondisi ketika peristiwa ini terjadi di masa lalu. Dalam meneliti sejarah, penekanan dilakukan dalam menafsirkan dokumen, buku harian, dan sejenisnya yang menjadi sumber sejarah valid.


Metode Dalam Penelitian Sejarah
Jika membahas mengenai penelitian sejarah maka akan membahas juga mengenai metode penelitian tersebut. Sama seperti penelitian pada umumnya, meneliti sejarah membutuhkan sejumlah metode untuk mengumpulkan data dan bukti sejarah terbaik.  Dalam buku Metodologi Sejarah (2007) karya Helius Sjamsudin, dijelaskan bahwa metode merupakan suatu prosedur, proses, atau teknik yang sistematis dalam penyidikan suatu disiplin ilmu tertentu untuk mendapatkan obyek (bahan-bahan) yang diteliti.

Kuntowijoyo dalam Pengantar Ilmu Sejarah (2010) menjelaskan bahwa penelitian sejarah mempunyai 5 tahapan, yaitu :

A. Pemilihan topik
Pemilihan topik adalah tahap pertama dalam penelitian sejarah. Dalam pemilihan topik, peneliti harus memperhatikan aspek, berikut:

- Orisinalitas
- Kemanfaatan
- Rencana durasi penelitian
- Ketersediaan sumber dan data sejarah

B. Heuristik
Heuristik secara harfiah berasal bahasa Yunani “heurishein” yang artinya memperoleh atau mendapat. Heuristik merupakan tahap pengumpulan sumber-sumber sejarah. Dalam tahap ini peneliti mengumpulkan seluruh sumber yang berkaitan dengan topik penelitian.

Secara umum, sumber yang digunakan dan bisa diterima dalam meneliti sebuah sejarah ada tiga macam. Yaitu:

- Sumber lisan, merupakan sumber secara lisan berupa hasil wawancara dengan mereka yang mengalami peristiwa sejarah secara langsung.
- Sumber tulisan, merupakan sumber sejarah dalam bentuk tulisan baik itu berbentuk buku, buku harian, surat kabar, laporan, dan lain sebagainya.
- Sumber benda, merupakan sumber sejarah berbentuk benda yang berisi bukti suatu peristiwa dalam sejarah yang diteliti. Benda bersejarah ini memiliki fisik dan kemudian menjadi bukti terjadinya peristiwa sejarah sekaligus mampu menceritakan peristiwa sejarah tersebut.

C. Kritik Sejarah
Kritik merupakan tahapan untuk menguji kebenaran (validitas) dari sumber sejarah. Kritik dibagi menjadi dua, yaitu:

-Kritik ekstern merupakan kegiatan untuk menguji autentisitas (keaslian) sumber. Kritik ekstern cenderung menguji keaslian sumber sejarah dari bentuk fisiknya.

-Kritik intern adalah tahap dalam penelitian sejarah yang bertujuan untuk menguji kredibilitas dan realibilitas dari sumber sejarah. Dalam tahap ini, peneliti melakukan kritik secara kritis terhadap konten dan substansi isi dari sumber sejarah.

Proses verifikasi ini dilakukan dengan tiga tahapan dimulai dari autentitas (kesesuaian sumber), orisinalitas (keaslian), dan integritas (keutuhan sumber). Jika sumber sejarah sudah lolos tiga tahapan ini maka menunjukan sumber tersebut layak dijadikan sumber penelitian sejarah.

D. Interpretasi
Interpretasi adalah tahap penafsiran data dan fakta sejarah yang telah diperoleh. Interpretasi fakta sejarah harus dilakukan dengan obyektif. Dalam proses ini, peneliti perlu memiliki pemikiran yang objektif dan rasional. Sehingga dalam menafsirkan sumber sejarah tidak ada kemungkinan peneliti mengembangkan cerita hasil imajinasi. Semua didasarkan pada isi dari sumber sejarah yang didapatkan.

Dalam buku Metodologi Sejarah (1994) karya Kuntowijoyo, interpretasi sejarah dibagi menjadi 2 macam yaitu, interpretasi analisis dan interpretasi sintesis.

E. Historiografi
Historiografi merupakan cara penulisan atau pelaporan penelitian sejarah dengan merangkai fakta-fakta menjadi kisah sejarah berdasarkan data-data yang telah dianalisa.

Dalam tahap historiografi, peneliti menuliskan hasil pemahaman dan interpretasi atas fakta-fakta sejarah dalam bentuk analisis naratif deskriptif yang menarik, logis dan dapat dipertanggunjawabkan. Dapat dikatakan bahwa historiografi yang dihasilkan akan menunjukkan eksistensi dari sejarawan. Ketika tahap ini telah diselesaikan, maka karya sejarah pun dapat dinikmati oleh khalayak.


Contoh Sumber Relevan

Bagi mahasiswa sejarah, ketika diberi tugas oleh dosen untuk mencari sumber-sumber sejarah atau sumber primer tentang peristiwa masa lampau mungkin kesulitan untuk melacaknya. Sebagian yang sudah tau, mungkin akan berpatokan pada Arsip Nasional yang ada di Jakarta.

Walaupun terkadang data yang tersedia tidak lengkap sesuai dengan kurun waktu yang ditugaskan. Nah berikut ada beberapa situs penyedia sumber-sumber yang tentunya relevan untuk dijadikan sumber penulisan.

1. Kalian bisa akses jutaan arsip Belanda di www.Delpher.com. Di situs tersebut tersedia lebih dari 130 juta halaman dari surat kabar, buku dan majalah Belanda. Surat kabar atau koran tersedia dari tahun 1618 hingga 1995. Hampir semua surat Kabar Belanda (KB) dari perang dunia kedua telah didigitalkan.

Delpher dapat diakses secara bebas oleh semua orang yang ditunjukan untuk studi, penelitian dan pendidikan. Delpher diciptakan oleh KB bekerjasama dengan perpustakaan lain, arsip, lembaga penelitian dan lembaga warisan.

2.  Google Cendekia (https://scholar.google.co.id/schhp?hl=id) adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian materi-materi pelajaran berupa teks dalam berbagai format publikasi. Diluncurkan pada tahun 2004, indeks Google Cendekia mencakup jurnal-jurnal daring dari publikasi ilmiah.

3. Z-Library (https://id.z-lib.org/) adalah proyek perpustakaan bayangan untuk akses berbagi file ke artikel jurnal ilmiah, teks akademik, dan berbagai buku yang umumnya merupakan bajakan. Per 15 September 2021, Z-Library mengklaim bahwa ia menyediakan akses ke lebih dari 8.533.000 buku dan 84.837.000 artikel.


Nah itulah beberapa informasi tentang pentingnya sumber yang relevan bagi penelitian Sejarah. Semoga artikel ini dapat membantu. Terima kasih.

Komentar

Posting Komentar